Jumat, November 20, 2009

PESPARAWI NASIONAL IX - 2009 SAMARINDA -KALIMANTAN TIMUR

Pesta Paduan Suara Gerejawi ( PESPARAWI) Nasional IX sudah terlaksana dan berlangsung dengan meriah di Samarinda - Kalimantan Timur pada tanggal 8 - 14 Nopember 2009 Pembukaan Pesparawi Nasional IX di awali dengan Ibadah Pembukaan kemudian dengan resmi dibuka oleh Menteri Agama di Stadion Sempaja Samarinda, devile peserta dari seluruh Propinsi di Indonesia dari Aceh sampai Papua memeriahkan acara pembukaan yang diserai tari-tarian dari suku dayak yang begetu mempesona.

Pesparawi Nasional IX ditutup oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur. dengan pemukulan gong yang di sambut dengan tepuk tangan gemuruh para peserta dari seluruh Indonesia.
Sebagian besar peserta termasuk Kontingen Jawa Timur di tempatkan di komplek stadion Sempaja di Hotel Atlit yang megah dengan delapan lantai, meskipun satu kamar harus di huni oleh enam orang dari kapasitas empat orang setiap kamar, tetapi semua peserta cukup ceriah dan nyaman, meskipun pada awalnya jatah konsumsi agak tersendat.

Dari kekuatan kontingen sebanyak 144 orang, semuanya berangkat dengan sehat dan dalam kondisi yang cukup prima, sehingga pada saat penilian / lomba, Kontingen Jawa Timur berhasil mendapatkan tiga medali emas untuk Paduan Suara Dewasa, Paduan Suara Anak dan Solo Remaja Putri dan tiga medali perak untuk Paduan Suara Remaja, Solo Putra Remaja dan Paduan Suara Etnik.

Pada saat acara puncak penutupan Pesparawi Nasional IX yaitu acara penyerahan medali mewakili Kontingen Jawa Timur Bapak Eddy M. Pattinasarane, SH., M.si. sebagai Ketua kontingen menerima penyematan medali yang dan disambut dengan sorak gemuruh Kontingen Jawa Timur.

Sebagai juara umum Pesparawi Nasional IX adalah Kontingen Sulawesi Utara, dari sebelas kategori yang dilombakan hampir semua kategori Kontingen Sulut mendapatkan emas dengan klasifikasi Champion


Kamis, Juli 23, 2009

NYANYIKANLAH BAGINYA NYANYIAN BARU

Judul di atas menjadi tema PESPARAWI 2009. Panita Pesparawi yang diketuai Drs. Henky Kurniadi, S.H., M.H. menggelar acara tingkat propinsi ini di Auditorium U.K. Petra Surabaya tanggal 27 Juni 2009.





Penyelenggaraan Pesparawi yang sudah kesembilan kalinya dilimpahkan ke Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) untuk masing-masing propinsi. Untuk Jawa Timur, LPPD diketuai oleh Eddy M. Pattinasarane, S.H, M.Si yang juga adalah Ketua BAMAG Jatim.



Dipelbagai daerah seperti Maluku, Sulawesi Utara, Sumatra Utara dan Papua, Pesparawi ini sangat mendapat perhatian dari gereja maupun pemerintah setempat. Baik dari segi pembinaan dan pendanaan terlihat ada dukungan yang nyata. Karenanya LPPD di daerah itu punya peran berarti untuk melaksanakan fungsinya, untuk mengirimkan tim Paduan Suara terbaik ke tingkat Nasional. Sayang tanggapan gereja-gereja di Jatim kurang mendukung penting adanya Pesparawi dari tahun ke tahun. Memang tidak sedikit dan harus dikerahkan dana untuk terselenggaranya Pesparawi, karena itu menyangkut masalah nasional.

Tujuan Pesparawi ini antara lain: Membina dan meningkatkan sumber daya dalam hal seni suara. Menjalin persahabatan paduan suara dari pelbagai daerah. Menambah wawasan dan pengalaman baik peserta PS Anak, Pelatih maupun Pengurus LPPD Jawa Timur dalam hal bermusik maupun berorganisasi. LPPD Jatim ikut dalam tujuh kategori lomba yaitu: PS Anak, PS Remaja, PS Dewasa Campuran, Vokal Grup, Solo Remaja Putra dan Putri dan Solo Anak Putra/Putri.

Hadir dalam acara Pesparawi ke IX ini, David Ph. Soleman, S.E, M.M, selaku Ketua Bimas Kristen, Eddy M. Patinasarane, S.H. M.Si, Ketua LPPD Jatim dan DR. Rasyo, Sekda Propinsi Jawa Timur yang masing-masing memberikan sambutan. Kehadiran DR. Rasyo bersama Ibu Rasyo sangat memberi semangat bagi Panitia maupun peserta.

“Dengan Paduan Suara Anak, maka yang digugah adalah emosinya yang mulia. Garapan lahir dan batin harus disiapkan dengan baik, pembinaan dan pengembangan PS ini melatih pengendalian emosi. Belajar itu tidak hanya mengasah otak, tapi juga mengembangkan aspek spiritual dan emosionalnya”. demikian tutur Rasyo dalam sambutannya. (willy ps).





DOA BERSAMA POLRI DAN TOKOH AGAMA

Doa Bersama POLRI dengan Tokoh Agama dalam rangka Pilpres/Wapres 2009 digelar Powiltabes Surabaya di gedung Bharawira Sasana Polwiltabes Surabaya. Sekaligus Kombes Drs. Ronny F. Sompie, S.H, M.H., Kapolwiltabes Surabaya mengadakan Tasyakuran HUT Bhayangkara ke 63 tahun 2009 dan Silahturami antara POLRI, Pejabat Pemerintah dan Tokoh Agama.



Para tokoh agama yang hadir antara lain: K.H. Mukid Murtado, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surabaya; Eddy Patinasarane, S.H, M.Si, Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Surabaya; I Wayan Suraba, Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Surabaya; Zakaria Pantau, Ketua Wihara Phalasanti Prasada dan Romo Eko Budi Susilo dari Kathedral Gereja Katolik Hati Kudus Yesus.


Para pejabat juga hadir antara lain: Drs. Bambang Dwi Hartono, M.Pd. selaku Walikota Surabaya; K.H Robbach Ma’sum, Bupati Gresik. Hadir pula sejumlah Dandim, Danramil, Kapolsek dan Camat.

Kombespol Ronny Sompie dalam sambutannya mengatakan bahwa POLRI yang berusia 63 th ini harus bijaksana dengan sikap pengayoman demi menegakkan hukum berdasarkan kewenangan undang-undang. Polisi mempunyai misi sebagai mitra masyarakat, karenanya sangat membuka diri adanya masukan dari masyarakat. Segala upaya pengamanan pilpres dan wapres telah disiapkan sekitar 4.500 personil di angkatan berseragam cokelat ini. Tentunya dengan berkoordinasi dengan Pemkot, TNI dan juga para tokoh agama di Surabaya.


K.H. Mukid Murtado, Ketua MUI Surabaya mengharap agar masyarakat Surabaya lebih akrab, komunikatif serta mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Makmur dalam keadilan dan adil dalam kemakmuran. Ini semua bisa diperoleh dengan kerja keras dari semua unsur masyarakat.

Eddy Patinasarane, Ketua BAMAG Surabaya melihat adanya pertumbuhan dan perkembangan di POLRI yang sangat berarti. Ke depan dia berharap kinerja POLRI akan lebih profesional dalam menjalankan kewajibannya. Tentu semua ini dilandaskan dengan lebih mengandalkan Tuhan dalam setiap kegiatan. Langkah pengamanan selama ini sudah baik karena ada kekuatan dari Tuhan. Sedang Romo Eko Budi Susilo menyatakan terima kasih kepada POLRI yang telah membantu pengamanan pada hari raya Natal dan Paskah, sehingga umat dapat beribadah dengan aman. Juga I Wayan Suraba, Ketua PHDI Surabaya menyambut baik program kemitraan POLRI yang makin dekat dengan rakyat.


Bambang Dwi Hartono, Walikota Surabaya menyatakan kesanggupannya membantu tugas pengamanan kepolisian. Dia menyitir bahwa tidak fair membebankan pengamanan hanya kepada polisi. Bayangkan perbandingan seorang polisi harus mengayomi seribu amggota masyarakat. Program FKPM pun akan dibantu Pemkot. Sekarang ini Kapolsek dan Camat sering ”tilik kampung” barengan. Ini wujud nyata kemitraan polisi dengan masyarakat.

Setiap sambutan dari tokoh agama diakhiri dengan pementasan dari masing-masing agama. Kelompok Kristen dengan Kolintang ”Bejana Kasih” dari GKI Residen Sudirman. Paduan Suara dari Gereja Katolik dan Tarian Bali dari kelompok Hindu. Acara doa bersama memohon perlindungan Tuhan untuk penyelenggaraan pilpres-wapres dipimpin Ketua MUI Surabaya sebagai wujud kebersamaan umat beragama. Dirgahayu POLRI. (willy ps).





Minggu, Juli 12, 2009

PRAYER AND BREAKFAST





BAMAG Kota Surabaya pada tanggal 7 /07/ 2009 kembali menyelenggarakan Persekutuan Doa dan Makan Pagi hamba-hamba Tuhan sekota Surabaya. GBI Rock Menorah di Lt 3 Sinar Supermarket Jl Sukomanunggal Surabaya.



Sekitar dua ratus hamba-hamba Tuhan hadir pada persekutuan yang didahului dengan ramah tamah ini, keakraban terjalin dengan indah, Pdt. Daniel Januar bersama pengurus GBI Rock lainnya menyambut kedatangan tamu-tamunya dengan penuh sukacita,


Persekutuan dibuka dengan doa oleh Pdt. Imanuel Dwi Tjahjono, karena sehari lagi akan memasuki Pilpres maka doa-doa yang dinaikan khusus untuk pelaksanaan Pilpres yang dinaikan oleh Pdt. Devianti Octolsia, Pdt. Yohansen Chandra, Pdt. N. Budiyono. S, Mayor Bala Keselamatan Filemon, Pdt. Fatony Pranoto

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Gunawan Panjaitan dari HKBP Manyar, sungguh suatu persekutuan yang indah yang dihadiri dari berbagai denominasi gereja, semoga persekutuan yang telah berlangsung lebih dari 20 tahun ini dapat merekatkan keutuhan Tubuh Yesus di Kota Surabaya.

Jumat, Juni 05, 2009

PERSEKUTUAN DOA DAN MAKAN PAGI JUNI 2009



Selasa 2 /6/09 yang lalu Persekutuan Doa dan Makan pagi bulanan BAMAG Kota Surabaya diadakan di HKBP Manyar Surabaya, dihadiri sekitar 200 hamba-hamba Tuhan, acara diawali dengan doa pembukaan dilanjutkan dengan makan pagi bersama, kali ini suasana agak lain dari biasanya, karena halaman gereja yang luas, maka makan pagi diselanggarakan ditempat terbuka, sehingga udara pagi yang sejuk dapat dirasakan dan makan pagi semakin nikmat dan keakrabanpun terjalin, apalagi tuan rumah Pdt. Gunawan Panjaitan bersama para Majelis menyambut tamunya dengan senyum lebar dan gurauan yang segar.

Seusai makan pagi, semua yang hadir masuk kegedung gereja dan menaikan beberapa pujian kemudian mengelompokan diri,masing-masing kelompok terdiri dari berbagai denominasi gereja dan menaikan pokok-pokok doa antara lain, mendoakan kota Surabaya, proses pemilihan presiden dll.

Acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, yang pertama ucapan selamat datang oleh tuan rumah Pdt, Gunawan Panjaitan dilanjutkan ucapan terimakasih dan beberapa pengumuman oleh Ketua Umum BAMAG Kota Surabaya Eddy M. Patinasarane, SH. M.si.


Renungan Firman Tuhan disampaikan oleh Romo Yohanes Gani Sukarsono dari gereja Katolik St. Vencentius a Paulo Surabaya, dengan sangat lugas dan jelas dan dengan gaya bicara yang simpatik tetapi tegas Romo Gani mendasari renungannya dari Yohanes 21 : 15 - 17 . Di dalam khotbahnya dia menekankan agar kita jangan hanya sibuk kedalam saja, meributkan perpindahan jemaat, bertengkar sendiri, banyak hal yang masih harus di kerjakan, dia mencontohkan perlunya pendampingan rohaniawan pada banyak kasus-kasus tertentu,tidak perlu jauh-jauh, banyak yang ada disekitar kita, mungkin disekitar gereja kita, misalnya penggusuran pedagang kaki lima, stren kali, mereka-mereka yang haknya dilanggar, tentunya harus dengan bijak. Menyinggung masalah Pilpres dia mengharapkan agar umat Kristen memilih dengan cerdik, telitilah siapa yang hendak kita pilih dan jangan sampai memilih yang salah, ucapnya.

Rangkaian Persekutuan Doa diakhiri dengan menaikan satu pujian dan ditutup dengan Doa berkat oleh Pdt. Gunawan Panjaitan.

Kamis, Mei 28, 2009

IBADAH SYUKUR HUT Ke 59 PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA

Tanggal 25 Mei 1950 gereja-gereja di Indonesia memutuskan untuk mendirikan “ Dewan Gereja-gereja di Indonesia” (DGI), sejak saat itu gereja-gereja di Indonesia berkomitmen mewujudkan “ Gereja Kristen Yang Esa di Indonesia “ (GKYE) dan komitmen itu yang seharusnya tetap diemban dengan segala pasang surutnya..
Pada tahun 1984 kembali gereja-gereja menegaskan komitmen itu dengan meningkatkan istilah “ Dewan” menjadi “ Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia” istilah yang lebih tepat untuk wadah kebersamaan, pada saat itu gereja-gereja melihat apakah masih pada jejak yang benar dan apakah diteruskan dan ditingkatkan, karena gerakan oikoumene bukan hanya sekedar mewujudkan GKYE, Gerakan Oikoumene adalah memberlakukan Amanat Allah untuk secara terus menerus menjadiakn dunia ini sebagai rumah yang layak dihuni, oleh karena itu menjadi tugas kita untuk senantiasa berjuang bagi hadirnya sebuah dunia yang layak dihuni, bebas dari ketidakadilan, peperangan, konflik dan teror

Sehubungan dengan HUT Ke 59 maka PGI Wilayah Jawa Timur pada kamis 28/5/09 mengadakan Ibadah Syukur dengan tema “Berubahlah oleh Pembaharuan Budimi” Roma 12 : 1 – 8 Khotbah oleh Pdt. Silitonga ( Ketua Mupel GPIB ) Ibadah diselanggarakan di GKA Trinitas Jl. Kayon 22 Surabaya, dimeriahkan dengan Paduan Suara Anak, Paduan Suara Remaja, Paduan Suara Dewasa, Paduan Suara HKBP Manyar dan Paduan Suara Sharon GKA Trinitas. Rangkaian Ibadah diakhiri dengan sambutan oleh Pdt. Steven ( Gembala Sidang GKA Trinitas ) dan Pdt. Drs. Sumardiono ( Ketua PGI W Jatim )

Jumat, Mei 15, 2009

HUT DIASPORA SEJAHTERA - SURABAYA

Bertempat di GBI Diaspora Sejahtera – Surabaya, Kamis 14/5/09 diadakan Ibadah syukur dan perayaan Hari Ulang Tahun GBI Diaspora Sejahtera yang ke 13, kebetulan pada hari yang sama gembala sidang yang juga pendiri GBI Diaspora Sejahtera Pdt. Dr. M. Sudhi Dharma, SE., M.Th berulang tahun yang ke 59.

Ibadah syukur dihadiri seluruh jemaat Diaspora Sejahtera di Surabaya dan perwakilan dari kota-kota di Jawa Timur, dari Malang dan dari Banjarmasin, Sampit dll. Ibadah berlangsung dengan khidmat, dengan dinaikan puji-pujian yang dipimpin oleh Erlangga Dharma dan band diaspora, begitupun para pemuda/pemudi dan anak-anak sekolah minggu turut bersukacita dengan menaikan pujian,tarian dan ucapan selamat bagi gereja dan gembala yang sedang berulang tahun.

Nampak hadir para pengurus BAMAG Propinsi Jawa Timur, BAMAG Kota Surabaya, pengurus PGLII Propinsi Jawa Timur BPD GBI Jawa Timur dan Kota Surabaya, Pemred Majalah Berkat, para Penatua dan Diaken GBI Diaspora .

Didalam sambutannya Ketua Umum BAMAG Jawa Timur Eddy M.Pattinasarane mengatakan bahwa untuk mendirikan suatu jemaat tantangan dan hadangan yang dihadapi tentu sangat berat dan akan datang silih berganti, bukan hanya pada saat mau mendirikan, tetapi saat sudah dan sedang berjalan tantangan didalam pelayanan selalu menghadang, tetapi selama jemaat itu bersandar dan mengandalkan Tuhan Yesus tidak ada satu tantangan yang tidak bisa dihadapi dan dilalui, begitupun dengan Pdt Sudhi Dharma, meskipun tantangan sangat banyak yang harus ia gumuli didalam melayani Tuhan, selama perjalanan hidupnya dia hadapi dengan penuh sukacita dan ucapan syukur, sehingga diusia yang ke 59 dia masih nampak muda dan berseri-seri.

Lurah Prapen yang mewakili Pemerintah Kota, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada GBI Diaspora Sejahtera yang hadir di tengah-tengah pemukiman, dia mengharap kehadiran gereja dapat menjadi berkat bagi masyarakat sekitar dan hubungan baik antar sesame warga dapat terus dijaga sehingga keharmonisan dapat tetap terjaga. Dia juga mengucapkan selamat kepada Pdt. Sudhi Dharma Yang sedang berulang tahun.

Pdt. Sudhi Dharma sebelum menyampaikan khotbahnya terlebih dahulu dia mengucapkan terimakasih kepada seluruh jemaat Diaspora Sejahtera, para penatua, diaken dan seluruh pengurus badan-badan pelayanan yang ada, khususnya kepada istri dan anak-anak dan cucu, karena menurut beliau Diaspora tidak akan seperti saat ini tanpa dukungan seluruh jemaat, ucapan terimakasih juga disampaikan kepada semua teman, sahabat rekan-rekan hamba Tuhan baik dari BAMAG, PGLII, BPD GBI, gereja-gereja tetangga dan dari pemerintah atas dukungan yang telah di berikan selama 20 tahun masa pelayanan yang telah dia lalui. Selanjut Pdt. Sudhi meneguhkan pelayanan rekan-rekannya dan jemaat Diaspora melalui khotbah yang didasari dari 2 Samuel 6 : 1- 19

Puncak acara adalah pemberian cendra mata dari anak-anak sekolah minggu, muda-mudi, perwakilan dari kota-kota di Jawa Timur dan luar Jawa kemudian dilanjutkan dengan peniupan lilin HUT GBI Diaspora Sejahtera oleh Pdt. Sudhi didampingi didampingi ibu dan para penatua dan diaken, dan lilin HUT Pdt Sudhi oleh Pdt. Sudhi dan Ibu. Pemotongan tumpeng oleh Pdt. Sudhi dengan puncak tumpeng diberikan ke lurah Prapen.

Acara diakhiri dengan ramah tamah dan makan malam bersama.